Central Processing Unit (CPU)
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah CPU ini lebih sering
digunakan untuk menyatakan perangkat komputer yang berupa kotak (casing) yang
di dalamnya terdapat beberapa perangkat keras (hardware), seperti motherboard,
hardisk, memori (RAM card), VGA card, sound card, LAN card, modem, power
suplay, dan perangkat-perangkat keras lainnya. Akan tetapi, yang dimaksud
dengan CPU sebenarnya adalah perangkat keras yang terdapat di dalam casing
komputer tersebut dan biasanya terdapat pada bagian motherboard.
Central processing unit atau disingkat dengan CPU merupakan
bagian terpenting dari sebuah komputer. Karena di bagian inilah semua aktivitas
kerja komputer dikendalikan. Apa yang disebut dengan kecerdasan komputer
sebenarnya ada di bagian ini. Inilah otaknya komputer.
CPU adalah perangkat komputer yang menerima berbagai input
dan kemudian menghasilkan output tertentu. Mayoritas komputer mampu
melaksanakan beberapa perintah dalam satu waktu. Perlu diketahui bahwa
kebanyakan komputer sekarang ini mampu melakukan perintah dalam kecepatan
cahaya. CPU bisa melakukan perintah satu milyar per detik!
Setiap bagian-bagian CPU bekerja bersama-sama atau kolektif.
Kecepatan dan keakuratan kerja CPU merupakan salah satu keunggulan dari sebuah
komputer. Kecepatan kerja CPU dilambangkan dengan satuan hertz.
Chip CPU terdiri dari beberapa bagian atau fungsi.
Bagian-bagian CPU antara lain adalah sebagai berikut.
1.
Control Unit (CU)
Unit kontrol mengarahkan aliran data dan
instruksi di dalam komputer. Unit kontrol ini dapat digambarkan sebagai
manajernya CPU. Ia mengawasi atau memantau seluruh fungsi atau sistem komputer
yang diatur oleh program-program. Program ini terdiri dari sirkuit elektronik
yang mengirimkan sinyal ke komponen lain dalam komputer. Tugas
dari unit kendali ini adalah:
·
Mengatur dan mengendalikan alat-alat
input dan output.
·
Mengambil instruksi-instruksi dari
memori utama.
·
Mengambil data dari memori utama (jika
diperlukan) untuk diproses.
·
Mengirim instruksi ke ALU bila ada
perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
·
Menyimpan hasil proses ke memori
utama.
2.
Arithmetic Logical Unit (ALU)
Bagian CPU ini merupakan salah satu bagian
yang terpenting. Unit aritmetik logika (ALU) terdiri dari sirkuit elektronik
yang membuatnya mampu melaksanakan operasi aritmatika dan logika. Ia
mengeksekusi instruksi dan melakukan perhitungan (tambah, kali, kurang, dan
bagi) dan perbandingan.
ALU bekerja dengan register yang berbeda
untuk menyimpan data atau informasi tentang tindakan terakhir yang dilakukan
oleh unit logika. ALU mampu membandingkan huruf, angka, atau karakter khusus.
3.
Register
Bagian CPU berikutnya adalah register.
Register merupakan perangkat memori sementara yang menyimpan data. Register
membantu CPU dalam melaksanakan instruksi. Mereka dikelola oleh unit kontrol.
Register berfungsi untuk tempat penyimpanan
yang berisi data dan informasi lainnya yang sering dibutuhkan ketika sebuah
program sedang berjalan. Register dimaksudkan untuk dapat diakses dengan sangat
cepat.
Yang termasuk register di antaranya adalah
register uji dan instruksi. Register instruksi berisi instruksi CPU sedangkan
register uji dimaksudkan untuk menyimpan hasil kerja yang dilakukan oleh CPU.
4.
CPU Interconnections
Gambar 3.1 Komponen internal CPU
Gambar 3.2 Struktur detail internal CPU
Cara
Kerja CPU
Pada dasarnya, fungsi dari masing-masing bagian CPU tersebut
didukung dan diatur oleh. sejumlah perintah software yang masuk ke dalam memori
komputer (RAM). Secara sederhana, alur kerja komputer yang melibatkan fungsi
CPU dapat dijelaskan sebagai berikut.Data masuk ke dalam komputer melalui perangkat
masukan, seperti keyboard, mouse, dan lain-lain.Data mengalir menuju ke memori komputer melalui
CPU melalui kabel antarmuka (interface) dan kembali ke CPU.Data yang kembali ke CPU dari RAM diterjemahkan
oleh unit pengolahan yang disebut dekoder perintah yang kemudian diteruskan
pada bagian ALU untuk mengalami proses selanjutnya dan disimpan dalam register. Data yang telah diolah dalam ALU dapat dikirim
kembali ke memori atau disimpan pada register yang lain untuk penggunaan
tertentu, misalnya diakses melalui perangkat keluaran.
Saat data dan/atau instruksi dimasukkan ke
processing-devices, pertama sekali diletakkan di RAM (melalui Input-storage);
apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage,
namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage).
Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka
Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan
ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi
tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit
dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini
di Operand-register).
Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah
arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan
berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Accumulator. Apabila
hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil
pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage.
Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit
akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke
Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan
ditampilkan ke output-devices.
Sementara itu, untuk CPU atau prosesor yang lebih rumit dan
canggih terdapat bagian yang disebut Cache Memory, yaitu bagian CPU yang
dirancang untuk mempercepat akses data dari dan ke peralatan penyimpanan data
luar (external data-storage device).
Fungsi CPU
Fungsi CPU adalah penjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur perintah. Untuk memahami fungsi CPU dan caranya berinteraksi dengan komponen lain, perlu kita tinjau lebih jauh proses eksekusi program. Pandangan paling sederhana proses eksekusi program adalah dengan mengambil pengolahan instruksi yang terdiri dari dua langkah, yaitu : operasi pembacaan instruksi (fetch) dan operasi pelaksanaan instruksi (execute). Siklus instruksi yang terdiri dari siklus fetch dan siklus eksekusi diperlihatkan pada gambar 3.3 berikut.
Gambar 3.3 Siklus instruksi dasar
• CPU – Memori, perpindahan data dari CPU ke memori dan sebaliknya.
• CPU –I/O, perpindahan data dari CPU ke modul I/O dan sebaliknya.
• Pengolahan Data, CPU membentuk sejumlah operasi aritmatika dan logika terhadap data.
• Kontrol, merupakan instruksi untuk pengontrolan fungsi atau kerja. Misalnya instruksi pengubahan urusan eksekusi.
Perlu diketahui bahwa siklus eksekusi untuk suatu instruksi dapat melibatkan lebih dari sebuah referensi ke memori. Disamping itu juga, suatu instruksi dapat menentukan suatu operasi I/O. Perhatikan gambar 3.4 yang merupakan detail siklus operasi pada gambar 3.3, yaitu :
• Instruction Addess Calculation (IAC), yaitu mengkalkulasi atau menentukan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi. Biasanya melibatkan penambahan bilangan tetap ke alamat instruksi sebelumnya. Misalnya, bila panjang setiap instruksi 16 bit padahal memori memiliki panjang 8 bit, maka tambahkan 2 ke alamat sebelumnya.
• Instruction Fetch (IF), yaitu membaca atau pengambil instruksi dari lokasi memorinya ke CPU.
• Instruction Operation Decoding (IOD), yaitu menganalisa instruksi untuk menentukan jenis operasi yang akan dibentuk dan operand yang akan digunakan.
• Operand Address Calculation (OAC), yaitu menentukan alamat operand, hal ini dilakukan apabila melibatkan referensi operand pada memori.
• Operand Fetch (OF), adalah mengambil operand dari memori atau dari modul I/O.
• Data Operation (DO), yaitu membentuk operasi yang diperintahkan dalam instruksi.
• Operand store (OS), yaitu menyimpan hasil eksekusi ke dalam memori.
Gambar 3.4 Diagram siklus instruksi
3.2.2 Fungsi Interrupt
Fungsi interupsi adalah mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan instruksi dalam CPU kepada routine interupsi. Hampir semua modul (memori dan I/O) memiliki mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU.
Tujuan interupsi secara umum untuk menejemen pengeksekusian routine instruksi agar efektif dan efisien antar CPU dan modul – modul I/O maupun memori. Setiap komponen komputer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU disamping itu kecepatan eksekusi masing – masing modul berbeda sehingga dengan adanya fungsi interupsi ini dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul. Macam – macam kelas sinyal interupsi :
• Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil eksekusi program. Contohnya: arimatika overflow, pembagian nol, oparasi ilegal.
• Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan pewaktuan dalam prosesor. Sinyal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler.
• I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error dan penyelesaian suatu operasi.
• Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan paritas memori.
Dengan adanya mekanisme interupsi, prosesor dapat digunakan untuk mengeksekusi instruksi – instruksi lain. Saat suatu modul telah selesai menjalankan tugasnya dan siap menerima tugas berikutnya maka modul ini akan mengirimkan permintaan interupsi ke prosesor. Kemudian prosesor akan menghentikan eksekusi yang dijalankannya untuk menghandel routine interupsi.
Setelah program interupsi selesai maka prosesor akan melanjutkan eksekusi programnya kembali. Saat sinyal interupsi diterima prosesor ada dua kemungkinan tindakan, yaitu interupsi diterima/ditangguhkan dan interupsi ditolak. Apabila interupsi ditangguhkan, prosesor akan melakukan hal – hal dibawah ini :
1. Prosesor menangguhkan eksekusi program yang dijalankan dan menyimpan konteksnya. Tindakan ini adalah menyimpan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi dan data lain yang relevan.
2. Prosesor menyetel program counter (PC) ke alamat awal routine interrupt handler.
Gambar 3.5 berikut menjelaskan siklus eksekusi oleh prosesor dengan adanya fungsi interupsi.
Fungsi interupsi adalah mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan instruksi dalam CPU kepada routine interupsi. Hampir semua modul (memori dan I/O) memiliki mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU.
Tujuan interupsi secara umum untuk menejemen pengeksekusian routine instruksi agar efektif dan efisien antar CPU dan modul – modul I/O maupun memori. Setiap komponen komputer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU disamping itu kecepatan eksekusi masing – masing modul berbeda sehingga dengan adanya fungsi interupsi ini dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul. Macam – macam kelas sinyal interupsi :
• Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil eksekusi program. Contohnya: arimatika overflow, pembagian nol, oparasi ilegal.
• Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan pewaktuan dalam prosesor. Sinyal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler.
• I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error dan penyelesaian suatu operasi.
• Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan paritas memori.
Dengan adanya mekanisme interupsi, prosesor dapat digunakan untuk mengeksekusi instruksi – instruksi lain. Saat suatu modul telah selesai menjalankan tugasnya dan siap menerima tugas berikutnya maka modul ini akan mengirimkan permintaan interupsi ke prosesor. Kemudian prosesor akan menghentikan eksekusi yang dijalankannya untuk menghandel routine interupsi.
Setelah program interupsi selesai maka prosesor akan melanjutkan eksekusi programnya kembali. Saat sinyal interupsi diterima prosesor ada dua kemungkinan tindakan, yaitu interupsi diterima/ditangguhkan dan interupsi ditolak. Apabila interupsi ditangguhkan, prosesor akan melakukan hal – hal dibawah ini :
1. Prosesor menangguhkan eksekusi program yang dijalankan dan menyimpan konteksnya. Tindakan ini adalah menyimpan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi dan data lain yang relevan.
2. Prosesor menyetel program counter (PC) ke alamat awal routine interrupt handler.
Gambar 3.5 berikut menjelaskan siklus eksekusi oleh prosesor dengan adanya fungsi interupsi.
Gambar 3.5 Siklus eksekusi instruksi dengan interrupt





Casino in Minneapolis, Minnesota - Dr.MCD
BalasHapusIn 대구광역 출장마사지 the mid-1990s, the gambling industry had reached its maximum 제주 출장안마 heights as it battled for revenue 충주 출장마사지 by taking 오산 출장마사지 over the country's 춘천 출장샵 two biggest gambling enterprises,