Humor Statistik
Humor Statistik: Survey tentang Perceraian
Sebuah survey menunjukkan bahwa pernikahan tanpa didasari cinta cenderung gagal, karena mana mungkin sanggup hidup bertahun2 dengan orang yang tidak dicintai.
Survey lain menunjukkan bahwa pernikahan yang didasari cinta cenderung gagal. Mengapa? Karena cinta sering membutakan mata dan logika dalam mengambil keputusan.
Humor Statistik: Statistik bikin TUA ?
Seorang eksekutif muda yang mempunyai permasalahan statistik, menemui sebuah biro yang membantu permasalahan statistik. Dia ditemui oleh seorang pria yang wajahnya sudah relatif tua, rambut putih dan kerut-kerut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak muda lagi.
Setelah mengutarakan keperluannya, statistikawan 'tua' tersebut segera memahami dan bersedia membantu eksekutif muda tersebut. Meskipun relatif tua, tapi statistikawan tersebut masih tahan memandangi komputer dengan sederetan angka yang rumit.
"Hmm..hebat juga orang tua ini?!" gumam Si eksekutif muda tersebut.
Akhirnya permasalahan selesai dengan baik. Si eksekutif muda mengucapkan terima kasih, dan mulai berbicara santai
"Wah, Anda ternyata hebat juga. Masih tahan melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan mata dan pikiran", kata Si Eksekutif muda.
"Ah, biasa saja Pak", sahut si statistikawan merendah.
"Ngomong-ngomong, berapa usia Anda?", tanya Eksekutif muda.
"Tahun ini 29 tahun Pak!" jawab statistikawan santai.
Eksekutif muda: (dalam hati) makanya jangan keseringan melototin angka *&*&!@#^$&%^&&$^#&^$ cepet tua tuh.......
Humor Statistik: Dilema Mahasiswa
Seorang mahasiswa dipanggil seorang dosen statistik karena tidak pernah mengikuti mata kuliahnya. Sang dosen berusaha untuk bersikap sabar dan dengan nada ramah menanyakan alasan mahasiswa tersebut.
Mahasiswa: Saya tidak masuk karena materi dan gaya penyampaian Bapak membosankan, sehingga membuat saya mengantuk.
Dosen: (berusaha untuk tetap sabar). Lalu mengapa Saudara tidak datang dan tidur saja? Sekedar memenuhi persyaratan kehadiran.
Mahasiswa: Suara Bapak sangat keras, sehingga membuat saya tidak bisa tidur!
Dosen: !@#$%$##@!@#$%&
Humor Statistik: Alasan Kuliah Jurusan Statistik
Alkisah, dua orang sahabat yang baru saja lulus SMA berbincang tentang jurusan yang akan dipilih di Perguruan Tinggi. Anak yang satu berkata," Aku pengin kuliah di Kedokteran, nanti kalau sudah jadi dokter, pasti aku kaya!"
"Ah, kalau aku mau kuliah di jurusan Statistik saja!", sahut teman yang satunya.
"Lho kenapa? Kenapa tidak kuliah di Teknik atau Akuntansi saja?" tanya anak yang pertama.
"Kata orang, dengan statistik, kita bisa menyelesaikan setengah dari permasalahan hidup kita! Percuma kaya raya tapi kalau hidup banyak masalah", jawabnya.
"Tapi kan masih ada setengah masalah hidup yang lain!" sergah anak yang ingin jadi dokter.
"Gampang," sahut anak tersebut," Aku mau kuliah sampai S2, jadi semua masalah hidupku bisa terselesaikan!"
Humor Statistik: Probabilitas Cerai
Suatu saat, seorang wanita pakar statistik pulang ke rumah dan mendapati suaminya sedang berdua dengan wanita lain di tempat tidur.
"Astaga! Tak kusangka Kau berbuat seperti ini", katanya kepada suaminya, "99% istri pasti akan meminta cerai melihat hal ini!"
"Tunggu dulu istriku", sahut suaminya yang juga pakar statistik, "Dengarkan dulu penjelasanku!"
"Wanita itu kudapati terkapar di jalan, sendirian dalam kondisi yang menyedihkan. Aku kasihan, lalu aku bahwa pulang. Aku rawat dia. Aku berikan pakaian yang kemungkinannya hanya 5% kamu pakai. Juga sepatu yang hanya 5% kemungkinannya kamu pakai. Ku beri dia makanan yang tingkat kesukaanmu hanya 5%"
Si suami terus menjelaskan bahwa apa yang dia berikan adalah segala sesuatu yang tidak signifikan, karena kurang dari 5% dipergunakan oleh istrinya.
"Oke!" cetus istrinya, "Lalu?"
"Ya begitulah", sambung suaminya, "Ketika aku antar wanita itu sampai ke pintu keluar, dia bertanya lagi kepadaku, apa lagi yang kemungkinan dipergunakan oleh istrimu di bawah 5%?"
Humor Statistik: Surga dan Statistikawan
Alkisah, Sang Penjaga Surga sudah mulai lelah dan letih dalam meneliti dan menentukan siapa yang harus masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Beberapa penghuni surga yang prihatin dengan hal tersebut menyarankan untuk menggunakan teknik-teknik statistik untuk memudahkan pekerjaan, mengingat penduduk dunia yang sudah mencapai milyaran.
Sang Penjaga surga setuju dengan usulan itu dan berniat menggunakan teknik statistik untuk memudahkan pekerjaannya. Akan tetapi, hari demi hari, bulan demi bulan, niat itu tidak terlaksana juga.
Alih-alih, rupanya Sang Penjaga surga tidak menemukan adanya ahli statistik yang menghuni surga!!!
Humor Statistik: Statistikawan dan Neraka
Alkisah, para penghuni neraka yang kegerahan karena siksa yang mereka dapat memohon kepada Sang Khalik, agar melakukan survey tentang karakteristik penghuni neraka dan surga, agar dapat dibagikan kepada penghuni bumi. Tujuannya adalah agar para penghuni bumi dapat mempersiapkan diri agar tidak menghuni neraka seperti mereka.
Sang Khalik setuju dan mulailah dilakukan survey tersebut. Dalam waktu singkat, hasil survey karakteristik penghuni neraka telah selesai dan diserahkan kepada Sang Khalik. Dia menerima dengan baik dan akan memberikannya kepada penghuni bumi bersamaan dengan hasil survey dari surga yang ternyata belum kelar.
Setelah ditunggu beberapa lama, hasil survey dari surga tak kunjung kelar. Utusan-Nya segera menghubungi penghuni surga untuk menanyakan hal tersebut. Penghuni surga menjawab bahwa mereka ternyata kesulitan melakukan survey tersebut karena di surga tidak ada ahli statistik!!!!
Humor Statistik: Jin dan Statistikawan
Suatu ketika, seorang ahli statistik menemukan sebuah lampu ajaib. Ketika tanpa sengaja dia menggosoknya, maka keluarlah Jin yang langsung berkata,
"Hai....Tuan...saya akan memenuhi tiga permintaanmu. Akan tetapi, karena sebagai Tuan selalu menyatakan bahwa diri Anda sangat bermanfaat bagi orang lain, maka dua orang politikus di seberang jalan itu akan mendapatkan dua kali dari apa yang Tuan minta".
Statistikawan tersebut berpikir, bahwa tidak ada ruginya meskipun ada orang lain yang mendapatkan lebih, maka dia berkata'
"Saya minta sebuah mobil mewah!"
Dan segeralah sebuah mobil mewah tersedia di hadapannya. Akan tetapi, dua politikus yang kebetulan berada di seberang jalan juga mendapatkan masing-masing dua buah mobil mewah serupa.
"Permintaan kedua", kata statistikawan tersebut, "Aku minta uang Satu milyard!"
Segera sekantung uang semilyar ada di hadapannya. Statistikawan tersebut menoleh dan melihat bahwa dua politikus masing-masing mendapatkan 2 milyard. Lama-lama dia mulai gerah.
"Baiklah, ini permintan ketiga. Saya ingin mendonorkan satu mata saya kepada orang lain, agar saya lebih berguna bagi orang lain!"
Humor Statistik: Statistik dan Kebijakan Pemerintah
Suatu saat, seorang menteri melapor kepada presiden tentang hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan jumlah rakyat miskin,
"Begini Pak Presiden, setiap 1% pertumbuhan ekonomi, berarti jumlah rakyat miskin akan berkurang sekitar 1 juta orang". Tampak Presiden manggut-manggut, "akan tetapi Pak, dalam kondisi krisis global seperti ini, sangat sulit untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi!"
"Baiklah", jawab Presiden. "Kalau begitu, kita ambil kebijakan yang memberatkan rakyat miskin saja, sehingga mereka akan berkurang dengan sendirinya karena terbebani oleh kebijakan itu. Bukankah berkurangnya rakyat miskin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi?"
Humor Statistik: Politikus Awam Statistik
Dalam sebuah kampanye, seorang politikus menyerukan janji yang membuat masyarakat senang:
"Hadiri sekalian. Mengingat kondisi perekonomian yang semakin sulit, maka saya sudah menyiapkan berbagai strategi agar kita hidup lebih makmur. Jika saya terpilih, saya berjanji akan membuat pendapatan rakyat SEMUANYA BERADA DI ATAS RATA-RATA!!!! Itu janji saya yang pasti akan saya tepati."
(Pahamkah Anda? Jika tidak berarti Anda berbakat jadi politikus!!! Ha. ha..)
Humor Statistik: Cerita tentang Sampel
Tiga orang profesor, satu profesor fisika, satu profesor kimia dan satu orang profesor statistik terjebak dalam sebuah kebakaran di sebuah gedung. Dalam kondisi yang panik, profesor fisika berkata:
"Aku tahu apa yang harus kita lakukan. Kita harus mendinginkan material yang sedang terbakar sampai di bawah titik bakarnya. Dengan demikian, materi tersebut menjadi tidak terbakar dan kita selamat"
"Tidak," kata profesor kimia,"yang paling tepat kita lakukan adalah menghalangi suplay oksigen ke dalam api, sehingga api tersebut akan kehabisan energi untuk terbakar dan kita akan selamat."
Ketika dua orang profesor tersebut sibuk berdebat tentang hal itu, profesor statistik sibuk berpindah tempat dari satu titik api ke titik api yang lain. Kedua profesor yang lain bertanya:
"Apa yang sedang kamu lakukan? Itu sangat berbahaya!"
Profesor statistik menjawab:
"Saya sedang mencari sampel yang layak untuk dianalisis dan menentukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan kita berdasarkan data yang ada!"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar